Tepis Isu-isu Miring , Ini Penjelasan Humas Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Karimun

Karimun441 Dilihat

Karimun,potretkepri.com-Pihak Gereja Katolik Paroki Santo Joseph, Tanjung Balai Karimun,(TBK) Kabupaten Karimum,Provinsi Kepulauan Riau , mengadakan temu pers bersama beberapa awak media , pada Sabtu (26/10).

Yang dibahas kali ini dalam temu pers yang gelar pihak greja Katolik Paroki Santo Joseph Karimun adalah berkaitan dengan adanya isu-isu miring yang beredar tengah masyarakat di Kabupaten Karimun,Provinsi Kepulauan Riau.

Isu tersebut adalah berkaitan dengan adanya dugaan oknum-oknum tertentu yang menyebarkan isu hoak yang tidak benar bahwa akan ada pembangunan patung Bunda Maria dan patung salib yang sangat tinggi hingga terlihat dari kejauhan.

Ketua Bidang Humas Panitia Pembangunan Gereja (PPG) Katolik Paroki Santo Joseph, Romesko Purba menepis isu-isu miring tersebut.Dikatakannya,Proses Pengurusan IMB
Nomor 0386/DPMPTSP/IMB-81/2019, diterbitkan tanggal 2 Oktober 2019 oleh Bupati Karimun melalui Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun. tersebut telah memenuhi ketentuan dan aturan yang berlaku.

Untuk itu Romesko Purba ingin meluruskan isu tersebut yaitu isu bahwa akan didirikan Patung Bunda Maria sangat tinggi sehingga nampak dari kejauhan terlihat jelas misalnya dari pelabuhan domestik, itu tidak benar.

Kemudian , mengenai patung salib yang dikatakan tinggi dan besar itu sama sekali tidak benar. Romesko menegaskan , sesuai kesepakatan bahwa greja mengakomodir Kearifan lokal, yakni greja tidak menggunakan simbol-simbol termaksud Salib diluar bangunan greja.

Dan bangunan greja dikatakan dua lantai dan ditakutkan menjadi ikon karimun termaksud salib dan patung bunda Maria, itu tidak benar, sesui kesepakatan bersama, bangunan gereja tidak boleh lebih tinggi dari rumah dinas bupati karimun yang tingginya 12 meter, bangunan gereja hanya 11,80 meter.

” Kecuali Rumah tinggal Pastor dan kantor (Sejenis Ruko), gereja hanya 1 lantai.” Ujarnya.

Dikesempatan yang sama ,Romo Kristiono Widodo , menjelaskan bahwasannya greja Katolik Paroki Santo Joseph memang sudah tua, dan akan dilakukan pembuatan baru, sehingga akan dibongkar semua, dikarenakan juga tempat ibadah buat umat katolik tidak memiliki ruang lebih, dan akan membangunnya.

Lanjut Romo , menjelaskan juga Sejarah greja Katolik Paroki Santo Joseph , Tanjung Balai Karimun ,berdiri sejak tahun 1928 jauh sebelum Rebuplik Indonesia merdeka, umat Katolik saat ini berkisar 2000 orang di kabupaten Karimun.

Sedangkan proses perijinan dimulai sejak 8 tahun lalu, selama 8 tahun telah banyak dilakukan mediasi dan pihak greja mengakomodir keinginan masyarakat, yakni menghargai kearifan lokal.

Alasan dibangun nya gereja adalah kapasitas gereja Katolik yang tidak memadai, kapasitas gereja saat ini hanya mampu untuk menampung sebanyak 100 orang, sementara umat yang datang mencapai 600 orang, sehingga umat Katolik harus beribadah diluar hingga ke tembok.( Dian B.S.)