Penerimaan PPDB Online ” Abal-abal ” RCW Minta Polda Kepri Lakukan Penyelidikan

Pendidikan348 Dilihat
Ketua , Riau Corruptiaon Watch (RCW) Muren Mulkan , sedang bersalam dengan mantan juru bicara Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Johan Budi . (potretkepri.com)
Ketua , Riau Corruptiaon Watch (RCW) Muren Mulkan , sedang bersalam dengan mantan juru bicara Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Johan Budi . (potretkepri.com)

Batam , potretkepri.com-Hingga Jumat (1/7/16) website PPDB , batam.jelas-ib.id , belum juga memuat nama-nama calon siswa yang lolos dalam PPDB online , yang dapat diakses hanyalah jumlah calon siswa yang mendaftar kesekolah.Namun nama calon siswa pada laman hasil seleksi sama sekali tidak terdeksi , sebab laman hasil seleksi di web.batam.jelas-ib.id sama sekali berfungsi dan jika laman hasil seleksi di batam.jelas-ib.id , diakses yang muncul adalah tulisan ” maaf sedang proser sortir “.

Entah apa yang terjadi , pihak sekolah menempelkan selebaran pengumaman nama-nama siswa yang dianggap menang seleksi PPDB online lengkap dengan nilai calon siswa. Namun penguman ini mengundang pertanyaan banyak pihak , sebab website batam.jelas-ib.id tidak berfungsi sehingga tidak bisa dicocokkan nilai calon yang dinyatakan menang dangan nilai calon siswa yang kalah PPDB online.

Menyikapi maraknya keluhan orang tua calon siswa dan kecurigaan dugaan kecurangan yang terjadi pada PPDB online mengharafkan supaya Polda Kepri atau Polresta Barelang melakukan penyelidikan apa yang terjadi dan yang menyebabkan sehingga website PPBD online batam.jelas-ib.id tidak membuka data calon siswa yang lulus dalam PPDB online.

” ini namanya PPDB ‘ abal-abal ‘diharafkan supaya kepolisian melakukan penyelidikan kenapa website batam.jelas-ib.id tidak berfungsi normal yang seharusnya memuat nama-nama calon siswa yang lolos PPDB online supaya bisa dibandingkan antara nilai yang menang dan kalah .Jika begini diduga keras ada permainan , dan untuk menutupi permainan itu website PPDB online dibuat dengan sengaja tidak berfungsi secara normal ” ujar Ketua Riau Corruptian Watch (RCW) Mulkansyah , Jumat (1/7/16).

Aktivis anti korupsi ini pun meminta supaya kepolisian atau`pun kejaksaan melakukan penyelidikan tentang kentalnya isu pungli pada PPDB yang telah berlangsung . ” saya mendengar , dari calon siswa yang kalah PPDB online dipungut biaya sekitar Rp.3 juta per orang supaya bisa diterima disekolah yang dituju.jika uang tidak ada maka calon siswa itu tidak dapat diterima ” imbuhnya.

Dikatakan`nya , pungutan liar PPDB seharusnya tidak boleh terjadi . sebab untuk bisa sekolah itu dijamin oleh negara , sehingga pihak sekolah yang melakukan pungli sebaiknya diberikan sanksi tegas.” walikota harus tegas menyikapi hal ini , jangan seolah tidak peduli dengan nasip yang PPDB yang sarat dengan pungli , berikan sanksi tegas kepada Kepala sekolahnya , bila perlu diganti “tambahnya.

Mulkan menambahkan , disalah satu SMKN didaerah Tiban menampung calon siswa dengan jumlah sekitar 400 ratus lebih , dari jumlah tersebut yang dinyatakan menang PPDB online hanya sekitar 260 orang, sisanya diterima secara off line dengan kutipan biaya yang lumayan besar .

” saya sempat bertanya kepada panitia ditempat itu , bahwa calon siswa yang akan diterima PPDB online sekitar 260 orang , namun akan diterima sekitar 400 san orang . Nah jika sebanyak 200 orang dipungut kali Rp.3 juta saja per orang , sudah berapa itu jika dijumlahkan ? ini namanya pungli yang harus diusut tuntas ” tegasnya.(amr)